Jumat, 24 Oktober 2008

Hari 6: Kehidupan adalah Suatu Penugasan Sementara

Ya, Tuhan, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku
Mazmur 39:5

Hanya untuk sementara aku tinggal di dunia
Mazmur 119:19

Kehidupan di bumi adalah suatu penugasan sementara.
Alkitab penuh dengan metafora yang mengajarkan tentang sifat kehidupan di muka bumi, yaitu bersifat singkat, sementara, dan fana. kehidupan digambarkan seperti kabut, pelari cepat, nafas,dan segumpal asap. Alkitab berkata : sebab kita, anak-anak kemarin... hari-hari kita seperti bayang-bayang di bumi...

untuk memanfaatkan kehidupan anda secara maksimal, anda jangan pernah melupakan dua kebenaran : Pertama, dibandingkan dengan kekekalan, kehidupan amatlah singkat. Kedua, bumi hanyalah tempat kediaman sementara. Anda tidak akan lama berada di sini, jadi jangan terlalu terikat pada bumi. Mintalah agar Allah membantu anda melihat kehidupan di bumi sebagaimana Dia melihatnya. Daud berdoa Tuhan, tolong aku untuk menyadari betapa singkatnya hidupku di dunia ini! Tolong aku untuk mengetahui bahwa waktuku di sini hampir habis!

Berulang-ulang Alkitab membandingkan kehidupan di bumi dengan kehidupan sementara di sebuah negeri asing. Bumi bukanlah rumah tetap atau tujuan akhir anda. Anda hanya lewat, hanya berkunjung ke bumi. Alkitab menggunakan istilah-istilah seperti orang asing, peziarah, pendatang, pengunjung, dan musafir untuk menggambarkan kediaman kita yang singkat di bumi. Daud berkata : Aku ini orang asing di dunia. Petrus menjelaskan : Dan jika kamu menyebutNya Bapa... maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Identitas anda ada di dalam kekekalan, dan tanah air anda adalah surga. bila anda memahami kebenaran ini, anda akan berhenti cemas memikirkan soal "memilikinya semuanya" di bumi. Allah berbicara dengan sangat jelas tentang bahayanya jika kita hidup demi waktu sekarang dan jika kita memakai nilai-nilai, prioritas-prioritas, dan gaya hidup dunia sekeliling kita. Bila kita bermain-main dengan pencobaan-pencobaan dunia ini, Allah menyebutnya perzinahan rohani. Alkitab berkata : kamu tidak setia kepada Allah. Jika kamu hanya mau mengikuti kehendakmu sendiri, bermain-main dengan dunia setiap ada kesempatan, maka kamu akhirnya menjadi musuh Allah dan orang yang melawan kehendakNya.

Alkitab dengan jelas berkata : saudara-saudaraku, dunia ini bukan rumahmu, karena itu jangan membuat dirimu betah di dalamnya. Jangan menurunkan keinginanmu sendiri dengan mengorbankan nyawamu. Allah memperingatkan kita untuk tidak terlalu terikat pada apa yang ada di sekeliling kita karena semua itu bersifat sementara. Kita diberi tahu : Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal akan berlalu. Hanya jika kita ingat bahwa kehidupan adalah suatu ujian, suatu kepercayaan, dan suatu penugasan sementara, barulah pesona dari hal-hal tersebut kehilangan kekuasaanya atas kehidupan kita. Kita sedang bersiap-siap untuk menghadapi sesuatu yang lebih baik. Hal-hal yang kita lihat sekarang, hari ini ada, esok sudah lenyap. Tetapi hal-hal yang tidak dapat kita lihat sekarang akan ada selamanya.

Sebelum dua detik berada di Surga, Anda sudah akan berseru, Mengapa aku begitu mementingkan hal-hal yang bersifat begitu sementara? Apa yang sedang aku pikirkan? Mengapa aku menyia-nyiakan begitu banyak waktu, tenaga, dan perhatian pada apa yang tidaki akan bertahan untuk selamanya?

Ketika kehidupan menjadi sulit, ketika diliputi oleh keraguan, atau ketika anda bertanya-tanya dalam hati apakah hidup bagi Kristus layak diperjuangkan, ingatlah bahwa anda belum pulang. Saat kematian, anda bukan meninggalkan rumah, anda justru pulang.


Tidak ada komentar: